Jarang Akur

Engkau tau, Keinginan dan kebutuhan itu jarang sekali akur. Apalagi kalo udah berada dipasar. Liat ini lucu, liat ini bagus.Rasanya seantero isi pasar mau dibeli semua. Dan kalo ga bawa duit cukup untuk beli sesuatu yang jadi inceran, kita jadi gigit jari dan pas nyampe rumah masih kepikiran barang yang ga jadi dibeli pas dipasar tadi.

Intinya jadi konsumen yang cerdas. Jadi muslim cerdas. Misalnya nih, liat baju cantik ditoko, udah naksir berat bikin kita pengen beli. Tapi coba deh pikir lagi, untuk apa beli baju lagi jika kita masih punya banyak baju yang layak pakai . Apalagi aku, yang punya badan dari 8 tahun yang lalu ga ada perubahan yang begitu pesat :P . Ayo yuk, jadi pribadi yang tak mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat. Bisa membedakan yang mana yang dibutuhkan atau hanya diinginkan oleh nafsu belaka. Punyai sikap qonaah, yang selalu merasa cukup atas pemberianNya. Dan ingat jangan konsumtif, jangan boros  kita bisa jadi  teman syaiton karena sifat itu. Na’udzubillah. Semoga Allah menganugerahkan sifat merasa cukup pada diri kita ya shalihah :)  Saling mendoakan yah. Sungguh, tulisan ini hanya untuk mentausiyahi diri sendiri tak lebih dari itu. Allahu a’lam bishowab

Si Cantik Mamah

5dd74cd891b3cc77c54753aa65e70db4_mamah-sayang

Perkenalkan, beliau adalah emakku. Usianya 50 tahun:) Ah~ walau usianya sudah menginjak setengah abad. Toh masih tetep cantik :) siapa dulu donks Mamahnya Kikiy :)

Terserang Rindu

Ada yang mengendap-ngendap mendatangi hati

Tak diundang, namun syahdu menembus batin

Berjuta rasa berhamburan membentuk siluet sebuah memori

Sudah lama aku tak merasakan perasaan ini

Kubiarkan ia mengalir hangat

Merayap mendekati ingatan dimasa lalu

Ah~ ternyata inilah yang bernama rindu

Beberapa waktu yang lalu, aku dan Aci menghadiri Dauroh adik-adik LDK tempatku bernaung dulu. Sengaja hadir karena ingin merasakan aroma dakwah kampus yang sudah lama tertinggal semenjak kaki ini meninggalkan kampus. Taukah engkau aroma dakwah kampus itu? Aroma yang segar seperti aroma tanah basah yang baru tertimpa hujan setelah lama merindu, itu menurutku.

Saat hadir dalam majelis itu, ingatanku melesat pada Maret 2006. Saat itu, akulah peserta Dauroh yang sama seperti adik-adik sekarang yang duduk dikursi peserta ini. Sungguh, wajah-wajah adik adik anggota baru LDK ini begitu menenangkan. Mungkinkah sama menenangkannya seperti wajahku dulu saat menjadi peserta dauroh ini ? Haha.. mungkin saja, aku yang baru bergabung pada dakwah kampus ditahun pertama aku meyandang status mahasiswa, dengan wajah polos dan rasa ingin tahu. Tentu saja wajahku saat itu menenangkan bukan? Ah~ kali ini kamu harus sepakat denganku.

Saat hadir dalam dauroh itu. Pikiranku diobrak-abrik untuk mendekati memori masa lalu. Teringat saudari-saudari yang sama-sama berjuang di dakwah kampus. Dulu, didalam ruangan yang sama kami pernah menjadi peserta, pernah juga menjadi panitia. Penah saling melempar senyum saat yang lain sedang galau, atau tertawa saat ada hal-hal lucu yang terjadi. Tapi yang pasti ada tangis setiap habis muhasabah malam dan kita berpelukan penuh kehangatan. Outbond yang penuh keceriaan. Tiba-tiba ada rindu menjalar diperasaanku. Aku terserang rindu. Rindu akan masa-masa perjuangan dikampus dulu.

Setelah semester akhir, kita sibuk akan tugas akhir. Dan pertemuan kita tidak sesering dulu. Lalu wisuda, dialah yang membawa kita dalam satu kata, perpisahan. Perpisahan itulah yang membawa kalian  kembali kekampung masing-masing, atau kalian yang melanjutkan sekolah lagi, atau kalian yang menikah. Ya ampun, masa-masa dakwah kampus itu begitu sebentar. Hanya hitungan hirupan nafas. Dan kini kita sudah punya tujuan masing-masing, sibuk dengan gapaian cita kita, dan semua yang pernah kita jalani di kampus itu semua tinggal kenangan. Dan akhirnya masa-masa itu telah terlewati, mahasiswa.

“Perpisahan yang hakiki itu hanya akan ada ketika kita tidak pernah ingat lagi kepada seseorang. Selama kita masih mengingat dan mengenangnya, berarti tiada perpisahan sama sekali” [Kuntawiaji]

Kini, apa kabar dirimu ukhtiey? Semoga kabar baik itu adalah engkau tetap istiqomah dijalanNya. Aku meminta doa agar aku pun demikian, istiqomah. Aamiin

“Kita akan tetap menjadi saudara dimana pun berada. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Kalian akan tetap menjadi saudara “ [ Bang Ape dalam Rembulan Tenggelam di Wajah mu]

Pukul 07.18

“Hei, mengapa jam segini belom juga prepare buat pergi?”

Malas!

Jgn memulai dgn kata malas ditiap pagimu Ky. Ayo Bersemangatlah! Pungut Ilmu Allah yang berserakan pagi ini dihamparan bumiNya. Shobahul khoir :)

_____________________________________________________________

Hari ini ada Seminar PTBK (Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling) di SMK N 3 Palembang. Acara ini diadain oleh MGBK SMK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling SMK) Kota Palembang. Acaranya jam 08.00 . Dan jam 07.18 saya masih dirumah. Saya berkeinginan datang memang! Sangat ingin. Wong acara ini bener-bener untuk profesi saya kok, supaya saya lebih profesional kali ya? Hehehe…. Tapi yang bikin sebal adalah setiap acara MGBK, selalu molor 1 jam, kadang lebih. Ga nanggung-nanggung khan? Tapi sebenernya saya ga boleh juga bertindak egois. Mentang-mentang mindset saya berfikir kalo acara hari ini bakal molor, dan saya sengaja2in telat. Ah~ basi! Lo selalu telat khan Ky? Ga menghargai waktu! Huh… #jedotin kepala

Sudahlah! Now, bergegaslah. Setrika baju, mandi, dan caw… Okay, sighout!

Mengenggam Tangan Ayah

e7adafc6b27cfe4667e94d374e6db93b_tumblr_m2lx81wwfk1qlgwcmo1_500

Mengenggam tangan Ayah. Ingin sekali. Sangat ingin. Rasa tak ingin dilepas. Ku genggam erat-erat. Hingga tangan berkeringat. Tak apa. Asal tetap bisa mengenggam tangan Ayah. Papa.. Uni Rindu :’)

Huaa… Ini Romantis

Romatis

Ah~ Ayah yang mengandeng tangan anaknya ini terlihat Romantis :) bagiku. Entah mengapa? Foto ini berbicara. Tentang sebuah kedekatan hati antara anak laki-laki dan Ayah. Jadi kangen Papah :”)

Kenapa Tidak Pakai BB?

Hei, pagi-pagi udah dapet telpon dari seseorang dan dia bilang kenapa gue ga pakek Blackberry?

Gue jawab dengan sebenarnya “Karena Gue Bukan Anak Orang Kaya”

Gue kesel bener dah ditanya gituan.

Ga tau apa untuk beli hape itu pakek duit.

Bagi gue sekarang BB tetep barang mewah.

Ntar kalo pun punya duit pengennya langsung beli Galaxy Tab :)) hahaha #ngelunjak

Yah… kalo kalian berbeda pendapat dngan gue mah terserah.

Perkenalkan, Saya Pejalan Kaki yang Tangguh

Saya suka jalan kaki. Kamu?

Entah kenapa saya begitu sangat suka jalan kaki. Bisa dibilang ini habit saya. Karena dari SD hingga SMP kalo mau kesekolah saya selalu jalan kaki. Dan ketika SMA dan kuliah saya jarang minta anter Papa atau Mamah kemana-mana. Saya tau diri lah. Wong kesibukan ortu itu bukan hanya ngurusin saya :D hehe…

Jadi, saya sangat merasa bahwa saya pejalan kaki yang tangguh. Kepedean? Hmm.. mungkin iya, tapi ini smua objektif kok. Dan terbukti. Setidaknya ini menurut saya. Jadi, misalnya tempat tujuan saya yang menurut temen saya itu jauh dan bagi saya  ga jauh-jauh amat. Saya dengan rela berjalan kaki dibanding naek angkot atau becak. Dan karena ini saya sering dibilang  NEKAT dan GILA! Bukannya apa-apa, orang yang seperti saya ini harus bisa menghemat (catet ya, HEMAT! Bukan pelit :p) dan yang bisa saya hemat salah satunya itu adalah pengeluaran transportasi.

Disaat orang ngeluh capek, lelah dan lain sebagainya saat berjalan kaki jauh-jauh. Saya enjoy aja! Saya menikmati saat berjalan kaki. Karena berjalan kaki  itu bisa negor ibu-ibu yang sepapasan sama saya, memberikan salam dan senyum terbaik kepada mereka. Semoga kebaikan terus meliputi saya.

Saya merasa sehat karena jalan kaki. Mungkin itu juga yang membuat badan saya hingga saat ini langsing :P . Entah kenapa saya begitu menyukai jalan kaki. Apa ini faktor sewaktu muda saya suka banget lari, terutama lari dari kenyataan :P hihi… sekarang udah nggak. Karena faktor umur kali ya. Saking sukanya lari. Kalo dikelas ambil nilai olahraga lari saya juaranya. Waktu SMP sering ikut jadi salah satu utusan sekolah kalo ada kompetisi maraton. Mungkin karena badan saya kecil dan enteng kali ya? Itu kata temen-temen.

Oh iya, intinya yah. Jalan kaki itu sehat. Tapi sebelum jalan kaki juga tau dulu keadaan badan, sedang fit atau sakit, sedang dikejer waktu atau nyantai, sedang lelah sangat atau nggak. Pernah juga ngerasa capek jalan pas di Bandung. Jalan yang berbukit-bukit bikin lelah eiy! Tapi kalo jalan di Palembang mah datar-datar aja Insya Allah kuat. SEMANGAT!!

Persamaanku Dengan Tukang Sate

fe05c96ac405840dc0b1651c21d9698e_tumblr_ll0yxubqan1qcxieko1_500

Persamaanku dengan tukang sate hanya satu.

Kalo tukang sate sambil kipas-kipasin dengan sabarnya ia nunggu sate  ampe  mateng.

Sama kayak kesabaranku yang nunggu kamu ampe dateng. #eaaa :p


Rindu

Allah,

Ada rindu yang berdesakan yang menyelip diantara aku dan Engkau

Perasaan yang tak bisa didefinisikan

Perasaan yang tak dapat diurai menjadi kata-kata

Karena ada sesuatu yang tersembunyi dibaliknya

Maka, biarlah aku dan Kau saja yang memahaminya

Bolehkan?